Skip to main content

Posts

Education: Kenapa Guru

Salah satu pemantik saya tertarik untuk menjadi seorang guru adalah guru saya di SMA. Ketika ada pelatihan di sekolah kemarin mengenai pembuatan Anecdotal Record yang pembicaranya adalah koordinator kurikulum PG dan TK Gagas Ceria, saya diingatkan kembali masa-masa saya belajar di TK dulu, apa yang paling saya ingat. Agak nyeleneh sih.. saya ingat bau tubuh guru saya, bu neneng, saat beliau membantu saya membuat prakarya warna  yang ditiup oleh sedotan sehingga membuat warna-warna tercampur di atas kertas. Beliau memegang tangan saya, mengajak saya mengerjakannya  dengan santun dan lembut. Kemudian, ditanya kembali guru mata pelajaran apa yang saya paling ingat. Bahasa Inggris. Tentunya. Saya masih hafal, bu Rofina, berkerudung, mengenakan kacamata ber-frame tebal, kulit putih dan lipstik merah yang selalu ia pakai adalah guru bahasa Inggris kami di kelas 2 SMA. Beliau mengajar seperti guru-guru lainnya. Hanya saja, beliau menyempatkan untuk menambah jam setela...

Midweek madness : Pagi, Kau dan Kopi.

Pagi, Kau dan Kopi Terbangun di pagi hari. Di ruangan kamar yang sepi. Di deretan buku yang kaku. Ku seduh kopi, beli dari warung semalam. Tugas kuliah menunggu. Tenggelam dalam pikirku sendiri. Pusing. Entah ini lapar atau karena kau. Mahasiswa yang kulihat di perpus kampus kemarin, masih sama dengan kaos kumal dan jeans yang kedodoran. Dia memakai sepatu berlubang persis sama sepertiku. Kau, yang membuat kegelisahan, pertanyaan dan kelaparan ini berhanti sejenak. Ada percikan gairah, ketika kau hadir. Entah, kau tahu atau tidak, aku suka kamu. Tak ada yang tahu. Hanya dingin, pagi dan kopi ini saja yang tahu. Alarm menunjukkan waktu untuk bergegas mandi, siap-siap dan berangkat ke kampus. Lagi. Semoga aku bertemu denganmu. Lagi.

Motherhood: Busui Starter Pack

Berbahagialah ibu-ibu muda, kece, smart dan tetap nyusuin baby-nya sampai 2 tahun. Salut! Pengalaman anak pertama dulu, saat memberi ASI, saya melewatkan waktu-waktu perah ASI di sekolah, jadinya, produksi menurun dan harus ditambah susu formula karena anak ditinggal dalam waktu yang cukup lama, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Tekad bulat untuk anak kedua ini, harus bisa ngasih ASI sampe 6 bulan dengan bantuan sedikit sufor, syukur-syukur bisa sampai 2 tahun tanpa sufor. Amin. Tekad ini dibarengi dengan evaluasi menyusui anak pertama, kurangnya waktu di sekolah untuk memeras ASI karena kesibukan kerja dan ternyata pompa ASI yang tidak efektif menjadi penyebabnya. Ini dia pompa ASI yang dulu saya pakai, harganya ga lebih dari 50.000 dan manual memompanya itu lohh.. bikin pegel tangan dan keburu lemes, udah lama mompa, Cuma dapet sedikit. Selain pompa ASI, dulu juga masalah yang dialami semua mamah baru adalah masalah kejiwaan. Berat.. saat menyusui anak pertama, say...

Parenting : Tips Pasca Kelahiran Anak Kedua untuk Si Sulung

Jangankan anak kecil, kita aja orang dewasa suka gemes liat bayi, rasanya pengen uwel-uwel dan cium-cium. Tapi ceritanya beda kalo yang gemes itu kakak perempuan si bayi yang baru mau berumur 4 tahun, januari nanti. Pengen deket-deket, main bareng, tapi dianya ga ngerti kalo bayi baru lahir nggak punya gigi, ga bisa mam pisang, snack dan koin yaa (hah? Koin, yes koin, uang koin, 100-200 dan 500-an) si teteh memang baik suka berbagi, tapi dedeknya belom bisa makan, nak!! Selain share makanan, dia juga suka ngajak main rumah-rumahan pake selimut, tapi si dedek belom ngerti  mainan kayak gitu, alhasil, si dedek nangis histeris. Niatan si teteh baik lohh, mau ngajak main dedeknya, cuma terlalu dini ajah.. huhu.. Setiap subuh, ketika si teteh bangun, yang dia cari pasti mamahnya, bapaknya sih biasanya masih terlelap, akibat pulang tengah malem. Jadi, saya juga ga berani bangunin, kesian. Nah.. kalau saya sudah cukup tidur karena si dedek ga bergadang sih ga  apa-apa.. gilira...

Preggo land : The Big Day

Kelahiran anak kedua ini, sangat penuh drama. Ketika si ibu udah di-PHP-in sama bu Bidan, bingung dan jadinya ga puguh . Untunglah kakak perempuan saya cepat tanggap, ajakin saya ke rumah sakit setelah sehari semalam menginap di klinik bu bidan, pembukaan terhenti di pembukaan empat. Huhuhu... Alhamdulillah juga setelah memiliki kartu BPJS untuk kami sekeluarga, nenek dan abah, saya perdana menggunakan kartu ini untuk persalinan anak kedua. Kartu ini bisa digunakan di Rumah sakit dan bebas biaya. FYI, saya daftar BPJS sudah sekitar satu tahun. Alhamdulillah si dede sehat, tinggi dan besar. Sekarang si dede udah berumur dua minggu. Mamahnya sudah bisa nulis blog lagi sekarang.. sambil nunggu jadwal nenen si dede. Minggu, 11 September 2016 Semalaman merasakan kontraksi yang ga terlalu sakit, tapi perlahan makin sering. Saya belum berani membangunkan suami karena takut seperti kejadian minggu lalu, kontraksi palsu. Jadi saya menikmatinya dengan menghabiskan malam itu tanpa tertidur...

Motherhood

Sabar. 5 hari menunggu pembukaan Hari jumat kemarin, tanggal 2 september sampai sekarang  tanggal  5 september saya bolak balik ke bidan karena merasakan ada kontraksi, bidan jaga 1 bilang ada pembukaan 2, bisa jadi, bekas anak pertama. Udah ada lendir. Bidan jaga kedua juga sama bilang seperti itu, bilangnya sudah pembukaan 3 menuju 4,  ada lendir tapi ga ada darah. Besoknya, hari minggu saya periksa ke bidan prakteknya langsung, sudah ada lendir dan bercak darah, masih pembukaan 2 katanya. Saya disuruh “campur” dulu bu, nanti kalo kontraksinya sudah mulai sering ke sini lagi. Magribnya saya mulai kontraksi yang lebih banyak dibanding sebelumnya dan ada lendir disertai sedikit darah. Perut menegang. Bidan malah menyuruh lagi untuk pulang, padahal dia ngasih pilihan untuk dicek lagi 4 jam dari magrib. Saya pulang jalan-jalan, naik tangga, pokoknya bergerak, masih merasakan sakit pinggul, perut, selangkangan juga tetap saya lakukan. Sekarang senin, 5 septemb...

Resensi Buku

PURE SATURDAY, SISI ROMANTIS DAN GAIRAH SEORANG PENIKMAT MUSIK AMATIR Sumber:  http://traxmagz.com/article/606-Based-on-True-Story-01-Pure-Saturday Membaca buku biografi salah satu avant-garde indies Bandung ini, membawa saya ke masa-masa  gairah nge-band kaum muda 90-an. Saya mulai bersentuhan dengan musik Pure Saturday dari kakak laki-laki tertua saya. Saya diam-diam memutar kaset koleksi kakak saya ini, mulai dari dewa 19, Gigi, RHCP dan salah satunya PS. Di pertengahan tahun 2005, ketika semester awal perkuliahan, gaung dan gairah bermusik di Bandung sedang menyenangkan untuk dinikmati. Betapa tidak, setiap bulannya ada gigs yang bisa dinikmati secara gratis ataupun berbayar. Tahun itu pula dijadikan tahun kembalinya PS yang mati suri. ‘Pure Saturday mengalami situasi gamang. Hidup segan mati tak mau. “Kami sendiri bingung ini band mau dibawa kemana,” Ujar Udhi. Tak lama setelah itu, Pure Saturday boleh dibilang vakum. Di tengah situasi serba tidak jel...