Skip to main content

3 Cerita Menarik Driver Ojol Cewek


"yaaay... Dapet driver Cewek..."
Kesenengan saya..
Kenapa?
Penasaran banget sama driver Ojol Cewek tuh seperti apa sii...
Jadi tinaafandi, selamat perjalanan, Tanya ini itu.. ga berhenti. 😅
Yuk simak 3 Ceritanya.

1. Gimana Ceritanya bisa driver Ojol?
Adalah seorang pekerja kantoran lulusan IT di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Sebut saja neng Ojol, di neng ini bercerita pernah ambil orderan sampai jam 10-12 malam sepulang bekerja dari kantornya. Ooohh..  berumur 25 tahun, so neng Ojol ini bercerita "ambil orderan sambil ngisi jam pulang, teh.."
Betapa ya saat ini, pekerjaan A.K.A sumber duit itu bisa didapetin dari dan dengan cara apa aja ya.. tentunya yang halal.. neng Ojol pun bercerita, tinaafandi bukan satu-satunya pengguna Ojol yang kesenengan dapet driver Cewek.. hihihi.. baiklah. Respect neng.. tinaafandi seneng deh, Karena ternyata neng Ojol ini berasal dari Kota kelahiranku juga.. di Cimahi. 😉
Neng Ojol ini sudah lulus 2 tahun yang lalu dan menjalani side profession nya beberapa bulan lalu.

2. Suka duka jadi driver Ojol Cewek
"Saat di zona merah, teh.."
Jadi waktu itu, si neng Ojol ini lewat ke ojek pangkalan di daerah setiabudhi delay Universitas Negri pencetak pendidik.. eaaa.. nah, saat itu neng Ojol yang tidak tahu bahwa daerah situ adalah zona merah.. terkejut saat dipanggil oleh Bak ojeg setempat.
"Neng ojek.. neng.. "
Si neng Ojol ini deketin dong..
Bapak ojek setempat memberikan pengarahan, bapak ojek minta dihargain,
Eaaa..
Tinaafandi melihat ya, saat ini ojek di pangkalan ojek Pun bisa banget untuk voba aplikasinya. Open mind Aja.. konsumen pasti Cari harga yang murah (tunjuk diri sendiri).

3. Fun fact about Ojol Cewek
Bias Gender di jenis pekerjaan yang cowok banget dan yang cewek banget tih, jaman sekarang udah ga terlalu jadi masalah.
Masalahnya, Cewek rentan jadi objek kekerasan dalam berbagai bentuk, baik kekerasan fisik atau verbal.
Fun fact..
Cewek jaman sekarang juga bisa banget survive.. equal.. punya kesempatan sama dengan cowok. 😚 Respect to all emak-emak supir Angkot, bus, dan teteh-teteh Ojol,
True inspiration!

Comments

Popular posts from this blog

“Guru PAUD yang bilingual-ready"

Sudah tiga tahun sejak terakhir kali aku menulis di blog ini—Desember 2022. Rasanya lama sekali. Banyak hal terjadi, banyak perubahan, dan jujur saja… aku sempat kehilangan ritme untuk menulis. Bukan karena tidak ada cerita, tapi karena aku sendiri masih mencoba memahami perjalanan hidup setelah pandemi dan proses mencari nilai-nilai personal yang pas dengan diriku hari ini. Akhirnya sekarang aku kembali menulis. Bukan untuk sesuatu yang besar, tapi sekadar “update kehidupan”, supaya blog ini tetap hidup dan aku juga punya tempat untuk menaruh refleksi kecil yang seringnya tenggelam oleh aktivitas sehari-hari. 2024, lebih tepatnya pada momen Hari Guru Nasional, Tinaafandi terpanggil dalam 5 besar kategori guru inovatif , dan berhasil meraih juara 1 guru TK Inovatif se Jawa Barat. Di tahun 2025, mencoba kembali GTK Transformatif namun terkendala timeline pendaftaran yang sangat singkat. Gagal di tahap pertama. Tidak patah semnagat, tinaafandi ikuti lomba lainnya yaitu Jambore Ceria P...

Bandung Readers Festival ada lagi.... Yes

Selama sepekan di bulan Desember 2022.. akhirnya yang tinaafandi tunggu, hadir kembali, meskipun dengan format yang sedikit berbeda ya.. yes Bandung Readers Festival berkolaborasi dengan patjamerah. Awalnya kami kepoin dulu nih medsosnya pajtarmerah dan tentunya Bandung Readers Festival, yang sempat kami ikuti sebelum pandemi, tentunya.. Kami mengunjungi kegiatan ini di dua hari terkahir yaitu Sabtu dan Minggu tanggal 10-11 Desember 2022, berlangsung di Universitas Katolik Parahyangan, Ciumbuleuit Bandung. Setelah rehat selama pandemi dan di acara terakhir kami (baca suami dan saya) mengikuti Bandung Readers festival, membahas seputar blog.. tentunya dinamika nge blog ala Bandung Readers festival .. buat tinaafandi seorang language enthusiast, hal hal yang berbau literasi, buku, dan turunan-turunannya Sangat ditunggu yaa.. Satu kata untuk kegiatan tahun ini, senang. Karena akhirnya tinaafandi bisa ketemu sama penulis dan ilustrator, Puty Puar  cek aja yaaa diblog pribadinya. Nah, i...

Parenting: Early Literacy for Kids (2)

Menulis nama Setelah postingan minggu lalu tentang literasi untuk anak . Sekarang kita kerucutkan lagi ke teknis cara berlatih menulis nama. Tulisan ini,  jawaban untuk salah satu orang tua murid yang berkonsultasi dengan saya, sebagai guru dan psikolog anak ketika Parents Teacher Meeting ( PTM ). Kasusnya, saya mengajar di level Pre-school/Nursery atau 3-4 tahun. Persiapan menuju K-1. Ibu siswa saya menanyakan apakah anaknya dapat mengikuti kelas, bagaimana di kelas, dan pertanyaan lainnya. Hingga pertanyaan tentang Time Out dan menulis nama. Mom: Miss, kok  anak saya belom bisa nulis namanya sendiri ya? Saya: Begini mom, untuk ******, memang masih menebalkan huruf saja, kami, saya dan asisten saya, selalu mengajak ****** untuk melatih menebalkan hhuruf dan mengenalkan huruf. Mom: Iya Miss, saya juga di rumah nyiapin namanya di- print, banyak, tapi kok dia ga mau ya? Psikolog: Bagaimana mommy membuat tulisannya? Seberapa besar? Mom: saya print selembar ...