Sunday, February 12, 2017

Parenting: Early Literacy for Kids (2)

Menulis nama

Setelah postingan minggu lalu tentang literasi untuk anak. Sekarang kita kerucutkan lagi ke teknis cara berlatih menulis nama. Tulisan ini,  jawaban untuk salah satu orang tua murid yang berkonsultasi dengan saya, sebagai guru dan psikolog anak ketika Parents Teacher Meeting (PTM). Kasusnya, saya mengajar di level Pre-school/Nursery atau 3-4 tahun. Persiapan menuju K-1. Ibu siswa saya menanyakan apakah anaknya dapat mengikuti kelas, bagaimana di kelas, dan pertanyaan lainnya. Hingga pertanyaan tentang Time Out dan menulis nama.
Mom: Miss, kok  anak saya belom bisa nulis namanya sendiri ya?
Saya: Begini mom, untuk ******, memang masih menebalkan huruf saja, kami, saya dan asisten saya, selalu mengajak ****** untuk melatih menebalkan hhuruf dan mengenalkan huruf.
Mom: Iya Miss, saya juga di rumah nyiapin namanya di-print, banyak, tapi kok dia ga mau ya?
Psikolog: Bagaimana mommy membuat tulisannya? Seberapa besar?
Mom: saya print selembar itu banyak namanya. Tetep ga mau.
Psikolog: Kemungkinan tulisan yang dibuat mommy terlalu kecil, jadi anak malas melakukannya.

Setelah pertemuan itu, saya kemudian Googling, seperti yang selalu dilakukan siapapun ketika memiliki pertanyaan dan ga tahu harus nanya ke siapa. Akhirnya saya menemukan refererensi kegiatan menyenangkan, sesuai usia anak dan DIY project juga. Yuk simak bagaimana cara membuatnya, memperkenalkan kepada anak dengan cara yang menyenangkan dan sesuai umur mereka. Voila!

1.       One Full Page Activity
Kebetulan si sulung  belum mulai mengerjakan kegiatan ini, saya berencana mengajak si sulung melakukannya ketika masuk K-1 atau TK A nanti. Karena, kemampuan motorik kasar si sulung belum matang, jadi tidak saya paksakan untuk mulai ke motorik halus salh satunya memegang pensil, kecuali dia yang memintanya sendiri, seperti mewarnai dan menggambar.
Setelah penelusuran-penelusuran random, ditemukanlah ide ini di salah satu situs favorit saya, pinterest. Ini dia kegiatan satu halaman penuh untuk menulis nama.
  


Sumber: Pinterest


2.       Customize Nametag
Saat itu saya uji coba di kelas, dengan menyiapkan nama masing-masing anak yang dicetak kemudian dilaminating, sehingga anak bisa menebalkan kemudian menghapusnya. Setelah beberapa kali pertemuan anak mulai menebalkan huruf yang lebih kecil, hingga ke ukuran sesungguhnya. Cara pembuatannya ada dua: satu bisa melalui situs online (sumber) dan unduh font Dotted Letters.



Sumber: Dokumen penulis

Kegiatannya, setelah anak diperkenalkan huruf-huruf namanya, anak diajak untuk menebalkan. Biasanya saya akan memberian reward berupa bintang kecil di sebelah namanya. Mereka biasanya senang dan semangat untuk mengerjakannya di lain waktu. Yuk, boleh coba di rumah.. Jangan lupa share ya!


Nantikan kegiatan menarik lainnya!

19 comments:

  1. Anakku usia 4 thn belum kenal huruf hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba mbak.. Kegiatan yang banyan bergerak duly deh. Dipostingan yang pertama. 😀

      Delete
  2. Oooh yayaaaa boleh dicoba
    Inshaa Allah 5 tahun lagi aksi nyatanya 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh sekali mbak! (Cari jodoh dulu yaaa?)

      Delete
    2. Boleh sekali mbak! (Cari jodoh dulu yaaa?)

      Delete
  3. Mau ikutan sharing..

    Anak saya 4 tahun, di TK nya sudah mulai pengenalan huruf pake lagu dan dikenalin nama masing2 dengan dikasih name tag sederhana di baju mereka. Sekarng menulis nama sendiri sudah bisa dan suka tebak2 huruf kalo dijalan.

    (Di)baca(in) buku juga cukup teratur tiap hari. Tapi bukunya bergambar. Sekalinya dibacain yg ga ada gambarnya dia protes "ibu kelamaan" 😒

    Saya ga ada target untuk dia buru2 bisa calistung sih, tapi khawatir kalo nantinya later is an mau baca buku yg bergambar aja

    -Tatat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya udah on track banget nih pengenalan literasinya... Salut!

      Saya temasuk guru TK yang ga pro anak harus bisa calistung sebelum ke SD.Kalau pengenalan saja boleh. Artinya ga dipaksakan, sesuai dengan kemampuan anak aja.

      (Berkaca dari banyaknya ortu yang curhat anaknya takut ga bisa ngikutin pelajaran.. Haduh gimana ya?)

      Menurut Saya nih, selama tumbuh kembang anak lancar, ga ada masukan dari guru, kalau anak harus terapi ini Itu, berarti ya belum aja.

      Ketika ortu menyerahkan Segala sesuatunya ke guru (sambil tetep update juga ya), aman sih..

      Buku yang dibacakan harus bertahap sih menurutku.. Mulai yang bergambar banyak sampai cuma gambar ilustrasi kecil aja.

      Lebih ke storytelling deh aku sarankan (simulasi imajinasi anak) ajak dia menceritakan kembali buku favoritnya.

      Good luck!

      Delete
    2. Sepertinya udah on track banget nih pengenalan literasinya... Salut!

      Saya temasuk guru TK yang ga pro anak harus bisa calistung sebelum ke SD.Kalau pengenalan saja boleh. Artinya ga dipaksakan, sesuai dengan kemampuan anak aja.

      (Berkaca dari banyaknya ortu yang curhat anaknya takut ga bisa ngikutin pelajaran.. Haduh gimana ya?)

      Menurut Saya nih, selama tumbuh kembang anak lancar, ga ada masukan dari guru, kalau anak harus terapi ini Itu, berarti ya belum aja.

      Ketika ortu menyerahkan Segala sesuatunya ke guru (sambil tetep update juga ya), aman sih..

      Buku yang dibacakan harus bertahap sih menurutku.. Mulai yang bergambar banyak sampai cuma gambar ilustrasi kecil aja.

      Lebih ke storytelling deh aku sarankan (simulasi imajinasi anak) ajak dia menceritakan kembali buku favoritnya.

      Good luck!

      Delete
  4. Ah..story telling ini masih PR bgt buat anak saya. Kalo pas diminta ceritain kembali isi buku, dia suka ngeles..haha..Tapi kalo pas ga diminta malah suka cerita. Makasih saran2nya 😊
    Tatat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anytime. Biasa anak mah gitu. Kalau dia sedang happy langsung ceriwis ya.. Ya nyanyi, ya nari, ya cerita.

      Semoga selalu diberikan waktu untuk menyaksikan momen-momen tersebut ya..

      Delete
    2. Anytime. Biasa anak mah gitu. Kalau dia sedang happy langsung ceriwis ya.. Ya nyanyi, ya nari, ya cerita.

      Semoga selalu diberikan waktu untuk menyaksikan momen-momen tersebut ya..

      Delete
  5. Anak saya cowo saat tentang 3-4 tahun cepat sekali di ajari angka,huruf,ngaji. Sudah kenal dan bisa nulis. Tapi di usia 5 tahun, kemauan belajarnya turun,kemampuannya relatif stagnan.
    Tapi tambah ceriwis dan doyan cerita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga usah khawatir, anak-anak TK B yang memang cenderung sudah nyaman di sekolah, menunjukkan tanda-tanda ini.

      Bagus dong berarti berkembang kemampuan bahasanya..

      Saya pro kalau anak ceriwis dan doyan cerita. Berarti mereka banyak tahu.

      Semangat! PR lebih ke rutinitas dan rules aja.. Dikonsistenkan.

      Delete
  6. Ooh..bisa dipraktekin nih buat keponakan.. dan anak saya kelak..Aamin..hehehe..
    Thx infonya mbaa

    ReplyDelete
  7. Ooh..bisa dipraktekin nih buat keponakan.. dan anak saya kelak..Aamin..hehehe..
    Thx infonya mbaa

    ReplyDelete
  8. Waa~ Halo mba, salam kenal :)
    Anak saya cwo 2y2m, belum gitu akrab sama alat tulis, megang crayon/ pinsil warna masih di genggam, ditekan dan diurek2 xD
    Oiya mba, ada saran ga masuk playgroup/ paud atau langsung TK saja nanti ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal!

      Sepertinya umur 2-4 di play group/PAUD saja dulu.. Lebih banyak latihan motorik kasar.. Bund.

      Ga apa kok bun, anak umur 2 tahunan masih tahap sendirinya yang disimulasi (main dough, pasir) lebih kenalkan ke berbagai tekstur.

      Semangat bermain ya bunda dan ananda!

      Delete
  9. Kalau Arden sudah mulai akrab dengan bercerita. dia mulai ngerti kalau emak dan ayah bercerita. tapi belum begitu diajari huruf-huruf...

    Salam
    ardentusstory.com

    ReplyDelete