Skip to main content

Education : Apa itu Teachers' Trip?

My trip, my adventure..

teachers' trip, teachers' adventure..
hohoho

Sejak beberapa bulan lalu, wacana kunjungan ke salah satu sekolah yangmenerapkan kurikulum individual sudah digulurkan dan anggota komunitas guru belajar bandung pun, semangat untuk mengikuti kegiatannya. yap.. teachers' trip ini adalah istilah baru di dalam kosakata per-guru-an tinaafandi..

Trip merupakan kata benda (noun) yang maknanya adalah perjalanan atau bepergian. Yang dimaksud dengan perjalanan/ bepergian disini adalah dalam waktu yang tidak terlalu lama dan pasti kembali lagi ke tempat asal.  Biasanya kata trip digunakan untuk liburan singkat, perjalanan bisnis ke luar kota, ataupun studi banding. sumber: Trip,travel, tour or journey
Yaps, ketika tinaafandi menelusuri definisi teachers' trip.. sepertinya bisa dikatakan sebagai perjalanan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan kembali ke tempat asal contohnya studi banding. Arti bebas ala tinaafandi teacher's trip kali ini adalah perjalanan studi banding ke sekolah yang memiliki values pendidikan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan kembali ke tempat asal keberangkatan. ok. mari kita lihat..
 Komunitas Guru Belajar (KGB) Bandung mempersembahkan

Teachers' Trip ke SD Inklusi Al-Ghozali Jatinangor 

Pendidikan ideal adalah pendidikan yang dimulai dari kurikulum yang memberdayakan setiap siswa. Program individual dibuat bertujuan untuk mengoptimalkan setiap kemampuan dan kebutuhan siswa. 

Lalu, bagaimana praktik penyusunan kurikulum individu ini? Apa yang harus disiapkan guru? Apa saja tantangan yang mungkin dihadapi?

Yuk, belajar bersama para guru di SD INKLUSI AL-GHOZALI JATINANGOR yang insyaa Allaah akan diadakan pada:

Hari, tanggal: Selasa, 9 Juli 2019
Waktu: 09.00-11.30
Tempat: SD Inklusi Al-Ghozali Jatinangor
Biaya: Rp20.000,-/orang untuk transportasi

Keberangkatan akan dilakukan di SD GagasCeria pada pukul 07.00. 

Peserta dipersilakan membawa tempat minum dan bekal sendiri. 

Buruan daftar! Kesempatan ini hanya untuk 20 orang pendaftar, dikarenakan terbatasnya alat transportasi yang tersedia.

Ekspektasi tinaafandi adalah pastinya berfaedah ya.. sebagai referrensi skripsi tinaafandi juga nih.. terkait Individual Education Program (IEP) di PAUD Inklusi.. Wow.. udah ga sabar banget untuk bisa belajar banyak di kegiatan kali ini.. Nantikan Review tinaafandi ya.. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Parenting: Early Literacy for Kids (2)

Menulis nama Setelah postingan minggu lalu tentang literasi untuk anak . Sekarang kita kerucutkan lagi ke teknis cara berlatih menulis nama. Tulisan ini,  jawaban untuk salah satu orang tua murid yang berkonsultasi dengan saya, sebagai guru dan psikolog anak ketika Parents Teacher Meeting ( PTM ). Kasusnya, saya mengajar di level Pre-school/Nursery atau 3-4 tahun. Persiapan menuju K-1. Ibu siswa saya menanyakan apakah anaknya dapat mengikuti kelas, bagaimana di kelas, dan pertanyaan lainnya. Hingga pertanyaan tentang Time Out dan menulis nama. Mom: Miss, kok  anak saya belom bisa nulis namanya sendiri ya? Saya: Begini mom, untuk ******, memang masih menebalkan huruf saja, kami, saya dan asisten saya, selalu mengajak ****** untuk melatih menebalkan hhuruf dan mengenalkan huruf. Mom: Iya Miss, saya juga di rumah nyiapin namanya di- print, banyak, tapi kok dia ga mau ya? Psikolog: Bagaimana mommy membuat tulisannya? Seberapa besar? Mom: saya print selembar ...

Parenting: Early Literacy for Kids (3)

Kesulitan Membaca Setelah selesai satu sesi mengajar Bahasa Inggris di kelas, tentang Phonics huruf Pp-Tt, dengan menggunakan metode memory games melalui kartu bergambar, drill dan permainan. Kemudian diakhiri dengan kegiatan menebalkan dan menempelkan huruf P sampai T pada masing-masing gambar, muncullah pertanyaan dari salah satu anak. "Miss ini teh huruf apa?" Oh, saya menjelaskan singkat sama si anak. Ternyata tetap belum mengerti. Kemudian guru kelas datang menghampiri dan mendampingi anak tersebut dengan sabar. Si guru mengajak anak tersebut mengingat kembali huruf-huruf yang dimaksud oleh saya. Dua hingga tiga kali menjelaskan dan memberikan contoh, Akhirnya, anak tersebut menyelesaikan tugasnya. Muncul pertanyaan dalam benak saya, bukannya di kelas TK A sudah diperkenalkan dengan simbol-simbol huruf, kok masih belum tahu hurufnya apa? Oh mungkin belum mengerti. Atau metode pembelajaran yang saya terapkan kurang menarik dan dimengerti anak? Atau sa...

“Guru PAUD yang bilingual-ready"

Sudah tiga tahun sejak terakhir kali aku menulis di blog ini—Desember 2022. Rasanya lama sekali. Banyak hal terjadi, banyak perubahan, dan jujur saja… aku sempat kehilangan ritme untuk menulis. Bukan karena tidak ada cerita, tapi karena aku sendiri masih mencoba memahami perjalanan hidup setelah pandemi dan proses mencari nilai-nilai personal yang pas dengan diriku hari ini. Akhirnya sekarang aku kembali menulis. Bukan untuk sesuatu yang besar, tapi sekadar “update kehidupan”, supaya blog ini tetap hidup dan aku juga punya tempat untuk menaruh refleksi kecil yang seringnya tenggelam oleh aktivitas sehari-hari. 2024, lebih tepatnya pada momen Hari Guru Nasional, Tinaafandi terpanggil dalam 5 besar kategori guru inovatif , dan berhasil meraih juara 1 guru TK Inovatif se Jawa Barat. Di tahun 2025, mencoba kembali GTK Transformatif namun terkendala timeline pendaftaran yang sangat singkat. Gagal di tahap pertama. Tidak patah semnagat, tinaafandi ikuti lomba lainnya yaitu Jambore Ceria P...