Skip to main content

Posts

Kenapa kita tidak boleh berkata 'maaf'?

Inilah 'mungkin' yang ada dibenak beberapa orang ketika diberi amanah untuk memimpin: Sebenarnya, saya tuh males ditunjuk jadi pemimpin. Duh, ngapain yah, kalo bikin kegiatan besar itu? mulai dari mana cobaaa Ribet ahhhh.. males. Lagi ga mood. Kata maaf adalah kata-kata teraman sebelum kita mencoba. Ketika ada gesekan dengan teman kerja, kata maaf seolah akan membuat hubungan kita baik-baik aja, padahal enggak... iya gak? Karena bekerja dengan orang lain itu ternyata membutuhkan skill tertentu lohh.. dan sayangnya, di masa sekolah saya dulu, saya tidak terpapar dengan kegiatan yang berhubungan dengan leadership.    Sebagai tim HRD baru di tempat saya bekerja, saya mulai mencari mengenai apa itu HUMAS, apa itu Manajemen Sekolah, sampai menjadi penanggung jawab event selama setahun. Tantangan besar buat saya. Pun menjadi batu loncatan. Ternyata menjadi pemimpin itu tidak mudah.  Sementara di sekolah, setiap harinya anak-anak di sekolah diajarkan untuk menjad...

Mamah Tina Pindah Kuliah

Kok labil banget sih judulnya. Seperti ABG saja. Persis mimik muka Aang yang "apaan lagi sih ini", Neng yang "hedeuh" dan saya yang kekeuh. (Baca: pantang menyerah). Hahaha.. Begitulah diumur 30 ini, sepertinya aktualisasi diri sangat saya butuhkan. Kita tak pernah tahu, kapan kita jatuh cinta, dimana dan sama siapa. Kan?? Sama halnya dengan profesi yang digeluti dengan jurusan S1 yang dulu diambil. tahun ini, waktunya kembali ke bangku kuliah. Duhh.. Ga bisa mengelak lagi dari "kangen jaman kuliah yaaa" ini mah udah fix, selamat riweuh! Eits, dengan motto mommy super, I nsya Allah bisa. Saya tipe wanita yang percaya jika kita bisa bekerjasama dengan pasangan, selalu menjadi lebih ringan. Kode keras ke suami yang setiap subuh hingga pagi harus ikut berjibaku dengan pekerjaan rumah juga mengurus anak. Sebelum kami masing-masing beraktivitas. Alhamdulillah ridho suami, sebagai jalan sukses. Amin. Baca juga: perbandingan S1 PGPAUD di Bandu...

EDUCATION: PENTAS SENI DAN DRAMA MUSIKAL SISWA-SISWI PG-TK ASSALAAM DI TRANS STUDIO BANDUNG

  Hari itu, hari rabu, tanggal 17 Mei 2017 bertempat di Trans Studio Bandung (TSB). Pagi-pagi sekali, anak-anak datang ke Trans Studio Bandung dengan mengenakan kostum dan riasan yang serasi. Ada yang menggunakan kostum lengser, kebaya, pramugari, pilot dan lainnya. Lucu dan menggemaskan. Ada apa ya? Sepertinya akan ada penampilan spesial. Iya betul sekali, hari itu adalah hari pelepasan siswa-siswi TK B TK Assalaam Bandung dan juga akan ada pentas seni berupa Drama Musikal “Ibing Ngalalana”. Setelah berkumpul di gerbang Trans Studio Bandung, siswa-siswi, orang tua dan undangan segera melakukan daftar ulang dan masuk ke area TSB dan berfoto per kelas. Anak-anak dan orang tua terlihat antusias dan bahagia ketika sesi berfoto dengan teman satu kelas beserta ibu-ibu guru. Tak lupa satu dua orang tua pun mengabadikan foto anaknya sebelum memasuki gedung Trans City Theater (TCT). Acara Pentas Seni dan pelepasan siswa-siswi TK Assalaam kali ini menampilkan drama musikal yang diperanka...

Education: TIPS KETIKA MEMUTUSKAN UNTUK BERPROFESI SEBAGAI GURU

Berhubung sebentar lagi akan menjelang akhir tahun ajaran. Voila tulisan kali ini, sharing tips ketika memutuskan untuk berprofesi sebagai guru. Selamat membaca! Saya selalu pro dengan yang namanya perubahan dan kemajuan. Satu sekolah dikatakan  sekolah unggulan ketika komponen-komponen pendukungnya saling bersinergi membangun dan menghadirkan program-program dan layanan yang prima. Salah satu indikator kemajuan sekolah adalah gurunya. Betapa tidak ketika guru memiliki kesadaran penuh bahwa dirinya harus selalu berusaha untuk memperbaiki diri, belajar hal baru dan juga terbuka terhadap perubahan yang ada, disitulah letak keunggulan pribadi seorang guru. Kegiatan rutin mengajar dengan level yang sama dan RPP yang sama setiap tahunnya, menjadi salah satu pemicu zona aman guru. Pengalaman saya mengajar 5 tahun di PG TK, Saya selalu berusaha ada pembaharuan di setiap tahunnya, ada target yang ingin dicapai, baik dalam skala kurikulum, manajemen kelas, output anak ataupun t...

Motherhood: MP-ASI untuk si Aang Jalu

Tidak terasa, sekarang si bayi sudah akan memasuki bulan ke-enam. Yeay! Alhamdulillah, seperti tetehnya dulu, si dede juga harus campur ASInya dengan Sufor. Ketika mamahnya mengajar, dede minum susu formula saja, mamah pulang, dede lanjut minum ASI. Produksi ASI saya alhamdulillah, 3-4 botol 75ml per harinya, sementara si dede membutuhkan 4-5 botol 100ml per hari ditinggal, tekor ya.. it’s okay, dede, mom did her best, we should be greatful for it ! Saat hamil, lahiran anak  kedua, kemudian  mengurusnya hingga 2 bulan di rumah saat masa cuti dan ditinggal mengajar kok, santai banget. Sakit sedikit, tidak seheboh tetehnya, kalem banget menjalani keseharian dengan si dede. Saat pagi dan sore hari pun, kami, saya, teteh, suami dan dede bisa melewati quality time kami, sekedar mengajak  bermain si dede, ngobrol atau melihat tetehnya yang dengan berbagai cara mengajak dedenya bemain dan mulai mengatur dedenya. Suatu sore, saat dede menyusu dan gusinya gatal karena m...

Education: Perbanding S1 PG PAUD Kelas Karyawan di Bandung

It’s time to learn more abilities! Setelah lima tahun memutuskan untuk  berkecimpung di dunia anak usia dini, akhirnya saya harus kembali ke kampus. Menimba ilmu Pendidikan Guru Anak Usia Dini. Bulan Pebruari ini, saya melakukan kunjungan ke dua kampus dekat sekolah yang menyediakan kelas karyawan PG PAUD. Karena sebelumnya saya sudah menempuh strata 1 di FPBS (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni), yaitu Pendidikan Bahasa Prancis, sekarang saya akan masuk ke FIP (Fakkultas Ilmu Pendidikan), mengambil Pendidikan Guru PAUD. Ada dua kampus yang saya datangi, satu yaitu UNINUS atau Universitas Islam Nusantara yang berada di Jalan Soekarno-Hatta no 530. Dari sekolah ke kampus, sekitar 30 menit. Dekat Carrefour Samsat. Itu loh, perempatan yang lampu merahnya lumayan lama. Jika dari arah sekolah menuju kampus, enaknya belok kanan menuju pasar kordon dan melewati jalan belakang kampus. Jika terus lurus harus berbelok dengan resiko melewat lajur jalan tengah yang mobil/motornya ngebu...

Parenting: Early Literacy for Kids (3)

Kesulitan Membaca Setelah selesai satu sesi mengajar Bahasa Inggris di kelas, tentang Phonics huruf Pp-Tt, dengan menggunakan metode memory games melalui kartu bergambar, drill dan permainan. Kemudian diakhiri dengan kegiatan menebalkan dan menempelkan huruf P sampai T pada masing-masing gambar, muncullah pertanyaan dari salah satu anak. "Miss ini teh huruf apa?" Oh, saya menjelaskan singkat sama si anak. Ternyata tetap belum mengerti. Kemudian guru kelas datang menghampiri dan mendampingi anak tersebut dengan sabar. Si guru mengajak anak tersebut mengingat kembali huruf-huruf yang dimaksud oleh saya. Dua hingga tiga kali menjelaskan dan memberikan contoh, Akhirnya, anak tersebut menyelesaikan tugasnya. Muncul pertanyaan dalam benak saya, bukannya di kelas TK A sudah diperkenalkan dengan simbol-simbol huruf, kok masih belum tahu hurufnya apa? Oh mungkin belum mengerti. Atau metode pembelajaran yang saya terapkan kurang menarik dan dimengerti anak? Atau sa...